Mempertanggungjawabkan Tetes Darah Rasulullah
. Indonesia Menuju Tauhid MEMPERTANGGUNG JAWABKAN TETES DARAH RASULULLAH . © doni Riw . Tubuh luka itu terbaring lemah di sudut kebun kurma. Darah segar masih menetes. Semua itu dilakukan demi kelanjutan dakwah dan kehidupan Islam. Pengikutnya memang semakin bertambah. Pengaruhnya semakin meluas. Namun demikianlah sunatullah. Semakin tinggi pohon semakin kuat angin menerpa. Sudah saatnya bagi Allah untuk mengambil istri dan paman yang selama ini menjadi penyangga. Sudah saatnya patron itu dikonversi dari figuritas manusia menjadi figur sistem; negara. Demi itulah, Beliau SAW rela berdarah-darah dilempari batu warga jahil Tha'if. Ya. Beliau SAW menawarkan pada bani Tsaqif untuk menerima Islam sebagai jalan hidup dan dirinya sebagai pemimpin. Tetapi bani Tsaqif telah menyiakan kesempatan emas itu. Bahkan justru mengubahnya menjadi perbuatan laknat. Namun itu hanya ujian sementara. Kemenangan sejati telah menanti di muka. Ya. Bai'at suku Aus & Khazraj telah membuka pintu sejar...